Penggunaan Anime Dalam Meningkatkan Kesadaran Berzakat Di Tengah Pandemi Covid-19

Bima Hafizhan
Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor


Menurut Badan Amil Zakat Nasional, jumlah donatur selama bulan
Ramadhan pada tahun 2020 menurun. Jumlah awal yang diperkirakan akan mencapai Rp.230 triliun justru hanya terkumpul 8 triliun atau 3,5% dari prediksi pertama (Sulistyawati, 2020). Sementara jumlah penerima zakat bertambah dua kali lipat dari sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Banyak orang menganggap bahwa penurunan ini disebabkan oleh tidak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi. Selanjutnya pada tahun 2015, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menginfokan bahwa potensi zakat nasional pada tahun 2015 yang diprediksi mencapai Rp 268 triliun, hanya terkumpul sebanyak Rp 5 triliun. Hal ini disinyalir sebagai faktor kesadaran masyarakat dalam membayar zakat yang masih terhitung rendah (Lukihardianti, 2016).

Dalam salah satu media mainstream, Gubernur Jawa Barat kala itu, Ahmad Heryawan menyatakan pemerintah berhak untuk memaksa warga agar mau membayar zakat. Namun bukanlah hal yang bijak jika pemerintah terus menerus menyalahkan masyarakat yang malas membayar zakat. Penulis berpendapat sikap skeptis masyarakat dalam berzakat sebagai akibat strategi institusi pemerintah maupun lembaga pendidikan untuk mengajak masyarakat untuk berzakat yang kurang efektif. Maka harus ada inovasi dalam metode guna meningkatkan kesadaran zakat setiap individu, salah satunya sosialisasi zakat melalui animasi berbentuk anime. Metode ini bisa dilakukan sembari mengikuti kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah dan menghindari perkumpulan. Pembuatan animasi berbentuk
anime bisa dikerjakan di rumah para creator di rumah masing-masing dan dalam sosialisasinya tidak memerlukan tempat untuk berkumpul. Jadi masyarakat sebagai objek bisa menikmati konten anime melalui tv swasta dan tidak sedikitpun berpotensi untuk tertular virus Covid-19.

Anime adalah istilah film animasi yang sangat terkenal di Jepang hingga
seluruh dunia dan merupakan bentuk diplomasi budaya milik Jepang (Erwindo, 2018). Perlu diketahui, ada ciri khas yang dimiliki anime sehingga membedakannya dengan kartun, antara lain topik yang ditayangkan tentang peristiwa yang dialami manusia, susasana dan emosi yang digambarkan dekat dengan emosi manusia, jalan cerita yang lebih kompleks, dan berbentuk 2D (Sagita, 2018). Menurut sutradara film animasi Battle of Surabaya, Aryanto Yuniawan, film 2D lebih ekspresif untuk menggambar karakter dan warna yang digunakan lebih dapat memengaruhi emosi penonton. Maka tidak heran, anime lebih digemari oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia dibandingkan kartun.

Menurut data dari CNBC Indonesia, Indonesia menempati urutan kedua
penggemar anime di dunia (Muhammad, 2019). Maka tidak heran jika tayangan anime banyak yang disiarkan di televisi Indonesia sejak dulu. Penulis optimis jika fakta ini dimanfaatkan berbagai pihak untuk mensosialisasikan suatu bidang, dalam hal ini zakat, dapat menjadi media pembelajaran yang efektif. Belajar dari animasi Battle of Surabaya yang telah lebih dulu tayang. Film animasi ini berhasil mengajarkan kepada anak-anak tentang kemerdekaan yang didapat rakyat Indonesia adalah sesuatu yang mahal. Film tentang sejarah perang di Surabaya tersebut juga mendapat apresiasi dari banyak pihak bahkan menjadi film animasi
terbaik di Milan International Filmmaker Festival 2017 (Malau, 2017).

Menurut penelitian yang tercantum pada jurnal Izumi, penayangan budaya
Jepang di televisi swasta membuat masyarakat Indonesia mengenal produk
Jepang, khususnya anime (Wahidati, Kharismawati, & Mahendra, 2018). Di
Program Studi Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UGM yang aktif pada tahun 2017, ditemukan bahwa sebanyak 62% mahasiswa mengenal bahasa Jepang melalui produk budaya populer Jepang. Bahkan dari 77 mahasiswa, sebanyak 23 mahasiswa tertarik mempelajari bahasa Jepang karena ketertarikan mereka terhadap budaya popular Jepang, termasuk didalamnya anime.

Kemudian dalam cakupan yang lebih luas, Jepang berhasil menarik minat wisatawan ke tempat-tempat yang digambarkan di komik maupun di film animasinya, seperti Washinomiya Jinja yang ada di komik berjudul Raki Suta, patung robot raksasa Gundam di Odaiba, dan Ghibli Studio yang digunakan oleh Hayao Miyazaki, animator pemenang Oscar yang membuat Spirited Away. Fakta tersebut diperkuat dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun 2019, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang menembus 30 juta orang (Hafizhah, 2019). Dalam bidang fashion, anime juga menyuguhkan model pakaian yang unik dan menarik sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi penggemarnya. Kombinasi warna dan bentuk yang tidak biasa, seringkali diikuti oleh penggemar anime sesuai dengan model busana karakter yang digemarinya. Ini apa yang dikenal secara umum sebagai cosplay Dari 3 bukti diatas, penulis berkesimpulan bahwa anime memiliki pengaruh yang besar pada minat penggemarnya terhadap sesuatu. Bila peluang ini dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan kesadaran zakat, penulis yakin masyarakat Indonesia yang mayoritas pecinta anime akan lebih sadar terhadap kewajibannya sebagai orang Islam untuk membayar zakat. Bahkan bisa mencintai zakat dan mendorongnya mempelajari Islam lebih dalam di kemudian hari. Didalam Islam tidak ada larangan untuk berdakwah melalui animasi.

Dalam beberapa literatur mengenai dakwah melalui animasi, larangan melukis makhluk hidup berlaku ketika hasil buatannya dijadikan sembahan dan saingan Allah swt. Bila anime digunakan untuk menyebarkan dakwah Islam, maka tidak ada masalah. Mengingat kartun dan animasi telah menjadi media komunikasi yang cukup efektif untuk berdakwah. Gagasan yang penulis paparkan sebagai upaya dari gerakan untuk melawan ajaran yang bertentangan dengan Islam yang seringkali diselipkan pada anime, seperti ajaran satanisme, kelumrahan hubungan seksual dengan lawan jenis yang bukan mahram, ataupun ajaran majusi. Penulis berkesimpulan, dari segi efektivitas, anime cukup berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selanjutnya kemampuan anak bangsa dalam membuat flm animasi tidak begitu mengecewakan, seperti film Battle of Surabaya yang berhasil mendapatkan penghargaan di Milan pada tahun 2017.

Didalam hukum Islam dakwah melalui animasi pun tidak dilarang oleh para ulama. Penulis yakin jika animasi berbentuk anime diaplikasikan semaksimal mungkin oleh lembaga penayangan nasional ataupun pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, khususnya di tengah pandemi COVID-19, maka masyarakat Indonesia akan lebih rajin melaksanakan salah satu rukun Islam ini di kemudian hari.

Berbagi Itu Indah (Kisah Sepotong Roti)

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Abu Burdah bin Musa Al-Asy’ari menceritakan bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: “Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti.”

Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada AllahSWT. Ibadah yang dilakukannya itu kurang lebih selama tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah di tinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah di tentukannya. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga dia tergoda dalam bujuk rayunya dan hanyut dalam maksiat selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri.

Setelah dia sadar, maka dia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu di tinggalkannya, kemudian dia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan sholatdan bersujud. Akhirnya dalam pengembaraannya itu dia sampai ke sebuah pondok yang di dalamya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan dia juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana. Karena sudah sangat letih dari perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin di pondok itu.

Rupanya di samping tempat tersebut hidup seorang yang setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa potong roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sepotong roti. Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bagian karena disangka sebagai orang miskin.

Ternyata ada salah seorang di antara orang miskin itu yang tidak mendapat bagian dari orang yang membagikan roti tersebut sehingga kepada orang yang membagikan roti itu ia berkata: “Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku?” Orang yang membagikan roti itu menjawab: “Kamu dapat melihat sendiri roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu potong roti.”

Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bagian tadi. Sedangkan keesokan harinya orang yang bertaubat itu meninggal dunia.

Di hadapan Allah SWT, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu atau kurang lebih selama tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadah yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukanya selama tujuh malam.

Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuah rotiyang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukanya, ternyata amal sebuah roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: “Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki amalan dari sebuah roti tersebut.

Dari kisah di atas bisa kita ambil pelajaran bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan pasti akan adapenghitungannya atau pasti ada ganjarannya. Seperti yang termaktub dalam Al-Quran surat Al-Zalzalah ayat 7-8 bahwasannya segala yang kita lakukan baik banyak maupun sedikit pasti adabalasannya. Dan itu pasti karena Tuhan kita Allah maha megetahui atas apa apa yang kita kerjakan.

Harus selalu kita ingat seperti yang termaktub dalam surat Al-‘Alaq ayat 14 bahwasannya Allahmaha melihat, mendengar, mengetahui setiap yang kita lakukan. Di tambah lagi dalam surat Al-Qaafayat 17-18 dijelaskan bahwa kita di temani dua makhluq Allah yang selalu mencatat segala amal kita.Mereka tidak pernah jauh dari kita dan selalu megawasi kita. Maka, sebagai seorang yang beriman (percaya) sudah seharusnya kita merasa bahwa kita selalu di awasi, semoga kita selalu di beri petunjuk oleh-Nya.

Pen: Sintya Kartika Prameswari/Mahasiswi UNIDA Gontor

baca juga:

Kegiatan dan Perlombaan dalam memperingati Anniversary laziswaf ke -10.

Kegiatan dan Perlombaan dalam memperingati Anniversary laziswaf ke -10.

Dalam rangka memperingati hari jadi Laziswaf yang sudah berkiprah 10 selama 10 tahun, Laziswaf UNIDA Gontor mengadakan beberapa acara dan perlombaan untuk merayakanya. Diantara kegitan tersebuat adalah Seminar Nasional, Baksos (Bekam dan Kopi Sedekah), Festival Musik, Bazar, dan berbagai perlombaan seperti fotografi, pembuatan short movie, design poster dan penulisan esai. Perlombaan tidak dipungut biaya pendaftaran.

Pelombaan ini terbuka untuk umum mahasiswa serata S1.

Link pendaftaran serta syarat dan ketentuan bisa diakses di:

http://bit.ly/laziswafanniversary10

SIMULASI PELATIHAN PENGHITUNGAN ZAKAT

UNIDA – Dalam rangka persiapan pelatihan penghitungan zakat, pengurus harian LAZISWAF mengadakan acara simulasi pelatihan perhitungan zakat untuk para pengurus harian LAZSIWAF guna membantu pemateri dalam rangka pelatihan perhitungan zakat . Pelatihan tersebut diadakan pada hari Sabtu (03/10/2020) malam. Acara ini diadakan di ruang kelas Gedung terpadu no 326, dengan dihadiri para peserta dari pengurus harian LAZISWAF dan teman-teman magang yang berjumlah 28 orang, acara berlangsung selama 3jam. Para peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut, sehingga terjadi sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri, bahkan tidak ada satupesrtapun yang mengantuk pada acara tersebut, dan pemateripun menyampaikan materinya dengan sangat baik.

“Dalam zakat terdapat konsep pensucian harta, sehingga harta yang di zakatkan tidak berkurang tapi malah bertambah”. Ujar ust Royyan Ramadhani Djayusman, M.A direktur BAUK UNIDA Gontor sekaligus pemateri pada acara tersebut.

Sebagai pemateri  ust Royyan juga menjelaskan semua hal tentang zakat, mulai dari pengertian zakat, macam-macam zakat, syarat zakat, sampai tata cara penghitungan zakat.

Ust royyan juga menghimbau kepada seluruh panitia pelaksana agar mempersiapkan acara dengan sebaik-baiknya sehingga acara dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

“ Dari acara ini saya jadi lebih tahu perbedaan antara zakat infaq dan sedekaah dan juga bagaimna tata cara menghitung zakat” ujar Hafizd Ihza salah satu pengurus dan sekaligus peserta pada acara tersebut.

Hafiz Ihza juga berharap agar acara pelatihan perhitungan zakat nantinya agar berjalan lancer dan diikuti oleh peserta yang sangat antusias pada acara tersebut.

Tujuan diadakan acara ini untuk membantu panitia workshop pelatihan penghitungan zakat yang akan diadakan pada hari Selasa (6/10/2020) siang, yang bertempat di Hall CIOS UNIDA Gontor.

Cara Menghilangkan Dengki

           Dengki menurut KBBI merupakan menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Perasaan ini timbul ketika seorang yang tidak memiliki sesuatu keunggulan baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya.

           Kemudian dengki atau biasa disebut dengan hasad ini berasal dari bahasa Arab yag artinya iri hati. Ini merupakan perbuatan tercela karena orang yang bersifat dengki (hasad) akan melakukan perbuatan yang melanggar norma, baik norma agama maupun norma sosial.Norma agama yang dilanggar bisa berupa berbohong  seperti menjelekkan orang lain yang dianggap memiliki prestasi dan ia iri terhadapnya. Ini jelas melanggar ketentuan agama, dimana agama tidak mengajarkan untuk berbohong apalagi sampai menjelekkan orang lain ini dapat menimbulkan fitnah.

Dalil yang meyatakan tentang hal ini adalah :

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Q.S. Al-Ahzab : Ayat 58 )

           Dengki (hasad) ini juga melanggar norma sosial. Orang yang dikuasai hatinya oleh rasa dengki (hasad) akan dibutakan bahkan hilang rasa kasih dan sayang dari dirinya. Sehingga kemudian ia bisa saja mencelakai orang lain, bahkan sampai ada kasus pembunuhan antar saudara hanya kerena sifat dengki (hasad) atas pencapaian yang diperoleh saudaranya. Ini jelas merupakan tindakan yang bertolak belakang dengan norma sosial.

Sumber hukum yang jelas dilanggar dalam hal ini adalah :

Sila kedua dalam sumber hukum negara (Pancasila)

“Kemanusiaan yang adil dan beradab”

            Kisah yang dapat membuka fikiran kita terhadap dengki (hasad)  terjadi ketika zaman khalifah al-Mu’tashim. Suatu ketika khalifah al-Mu’tashim mengangkat seorang Arab badui (suku bangsa pengembara di tanah Arab) menjadi orang kepercayaannya. Hal ini membuat sang mentri cemburu terhadap orang badui tersebut. Sang mentri ingin membunuh orang badui tersebut kerena dalam fikirannya terbesit bisa saja orang badui ini mengambil hati Amirul Mukminin dan melangkahinya di kemudian hari.

            Berbagai cara dilakukan oleh sang mentri untuk menjatuhkan orang kepercayaan Amirul Mukminin tersebut. Suatu ketika ia mengajak orang badui ini kerumahnya untuk dijamu dengan berbagai macam makanan, dimsaknya makan-makanan tersebut dengan mencampur sebanyak- banyak nya bawang merah. Lalu sang mentri mengatakan bahwa bau mulut yang disebabkan bawang merah sangat tidak disukai oleh Amirul Mukminin, ini membuat orang badui selalu menutup mulutnya ketika bertemu Amirul Mukminin.

            Disisi lain sang mentri menceritakan kepada Amirul Mukminin bahwa orang arab badui menyebarkan fitnah bahwa mulut Amirul Mukminin sangat bau bahkan sampai membuat orang arab badui sesak nafas dan merasa hampir mati.

            Tatkala orang Arab badui mengahadap Amirul Mukminin seorang diri dengan menutup mulutnya, Amirul Mukminin merasa tersinggung dan membenarkan perkataan sang mentri akan hal yang pernah disampaikannya beberapa waktu lalu. Lalu Amirul Mukminin memberika tugas kepada orang arab badui untuk mengirimkan surat. Yang ternyata didalam surat itu berisikan “Bila pesan ini sampai kepadamu, maka penggal-lah leher si pengantar surat !” . Tentunya orang arab badui tidak mengetahui hal ini karena ketika menerima surat itu, surat itu sudah tersegel dengan baik.

            Kemudian ditengah jalan bertemulah orang arab badui ini dengan sang mentri, kemudian orang arab badui mengatakan bahwa dia diberikan tugas untuk mengirimkan surat kepada fulan. Sang mentri mengira bahwa upah dari tugas tersebut sangatlah besar dan ia tak mau jika upah yang begitu besarnya diberikan kepada orang arab badui. Kemudian sang mentri meminta surat tersebut dan berkata biar ia langsung yang mengatarkannya. Karena kemurnian hati dan merasa bahwa memang mentri adalah sang penegak keadilan yang lebih paham akan berbagai perkara kenegaraan maka ia serahkanlah surat tersebut kepada sang mentri.

            Inilah bukti balasan bagi orang yang dengki (hasad), sifat dengki (hasad) bisa membawa petaka pada diri sendiri alih-alih orang lain. Inilah akibat yang ditimbulkan dari dengki (hasad) Allah langsung menghukumnya di dunia lalu bagaimana dengan dosa yang ditimbulkan dari dengki (hasad) tentunya ini akan dipertanggung jawabkan di yaumul hisab kelak. Maka dari itu senantiasalah untuk berlindung kapada Allah SWT agar kita selalu dalam naungan dan lindungannya, dan terhindar dari sifat dengki (hasad).

            Allah sudah memerintahkan kita untuk menjauhi sifat dengki sebagaimana termaktub dalam firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

            Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat : Ayat 12)

            Dan ada beberapa cara agar dapat mengurangi dan menghilangkan rasa dengki(hasad) di dalam diri kita:

  • Perbanyak Istighfar, Dalam artian kita memohon ampun kepada Allah SWT atas apa yang kita lakukan. Kita memohon ampun dan menyadari bahwasanya perbuatan yang kita lakukan kepada orang lain itu tidak benar.
  • Bersyukur atas apa yang dimiliki, Menurut Abi M. Quraisy Shihab, bahwa salah satu untuk mengurangi sifat dengki dengan cara kita bersyukur atas apa yang dimiliki.
  • Berhenti membandingkan diri dengan orang lain, Setiap orang memiliki kehidupan, pekerjaan, keluarga dan kondisi finansial yang berbeda-beda dan maka dari itulah kita tidak bisa terus menerus membandingkan diri kita dengan orang lain.
  • Mengubah pola Fikir, dengan kita mengubah pola fikir kita dalam hal berfikiran jelek kepada orang lain itu dapat mengatasi rasa dengki(hasad) dalam diri kita.
  • Berfikiran logis, Tanpa kita sadari di saat kita memiliki rasa dengki(hasad) tanpa kita sadari kita pun tidak mengetahui kehidupan orang lain yang sebenarnya, ibarat pepatah rumput tetangga memang selalu lebih hijau.

           Dengki (hasad)  merupakan sifat yang tercela baik dari sudut pandang agama maupun sosial. Agama dengan jelas melarangnya karena akan berakibat buruk terhadap manusia itu sendiri, begitupun menurut sudut pandang sosial. Kita pun disuruh menjauhi sifat ini, karena selain mencelakakan diri sendiri sifat ini juga menghancurkan orang lain. Jelas sudah dengki (hasad) harus dijauhi. (Maheswara Rafif Abhirama)

Tamparan Sebungkus Nasi

ASTAGHFIRULLAH…
Jangan sampai kedermawanan kita menyakiti sesama 😭😭😭😭 Ceritanya begini,
Bapak ini, pengangkut sampah.
Saat kuhampiri dan kutawarkan nasi
Beliau dengan sumringah mengucap syukur.

Lalu ia berkata,
“Dipoto ( selfie ) dulu mba,”!!! Deg.
Padahal aku tak berniat memotonya, krn posisi berhenti kami persis di depan jalan.. “Pak, maaf ya kalau menyinggung bapak.” “Ga apa-apa mba, kalau orang miskin dapet nasi aja seneng. Walaupun jadi ga punya muka.” Ya Rabb..
Faghfirlii
Faghfirlii.. Lantas aku duduk menemaninya.

Berceritalah dia.
Dulu, saat awal-awal ada yang bagi nasi ia sangat malu ketika harus difoto. Bahkan sempat tersinggung dengan seseorang yang memberi nasi bungkus dgn cara waktu menerima nasi bungkus harus menghadap ke camera untuk di poto

Namun seiring waktu, perut ternyata lebih penting dari ego.

Ia tak lagi berkeberatan difoto bersama pemberi nasi bungkus dan tak juga mempermasalahkan harus menghadap ke camera

Asalkan sebungkus nasi bisa mengganjal perutnya. “Ya mba, kalo dapet nasi kan bapak bisa nyisihin 10 ribu buat dibawa pulang.” Katanya sambil menyuap nasi bungkus.

Aku rasanya ditabok tabok sama si bapak.
Ya Allah.. Jangan sampai kedermawanan membuat kami lalai.
Jangan sampai sebungkus nasi merendahkan mereka..
Jangan sampai hati mereka terluka.
Jangan sampai kesombongan mampir di benak kita saat memberikan nasi😢

Ah, pak.
Doakan saya dan teman-teman agar bisa berbagi tanpa melukai ya pak.
Doakan kami agar bisa berbagi namun tetap menghargai❤️ Karena sungguh, kita sedang memperjuangkan surga.
Jangan sampai, perjuangan ini ternoda dan kita tergelincir bersama dalam kobaran api neraka.

Naudzubillah tsumma naudzubillah
Doakan kami ya, teman-teman agar selalu lillah dalam perjuangan ini.
Dan aku pun selalu mendoakan teman-teman, agar Allah luaskan rezekinya untuk terus membersama dalam ikhlas bersedekah
Allah yubaarik fiikum