Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, memiliki akal dan fikiran, dapatberbicara dan saling bergantung satu sama lainnya. Semua bentuk manusia itu sama hingga tujuanhidupnya pun sama yaitu memiliki hidup yang bahagia.
Tetapi ada sisi yang dapat dibedakan antara manusia yaitu takdir. Takdir merupakanketentuan jalan hidup yang sudah tertulis di lawul mahfudz oleh Tuhan untuk manusia. Manusiatidak dapat mengubahnya karena itu takdir dia dari tuhannya. Tetapi ada juga takdir yang dapatberubah berdasarkan dari usaha manusia itu sendiri, seperti hikmah sedekah.
HIKMAH SEDEKAH
Ibu Yuni adalah wanita tua yang hidup bersama anak laki-laki yang tengah belajar dipeguruan tinggi. Sebagai orang tua satu-satunya, ibu Yuni tidak pantang menyerah, walupun hanyajualan ketoprak denga nmendorong gerobak di saing hari. Ibu Yuni tetap sabar dan teguh untukpembayaran kuliah anak semata wayangnya.
Kulit berkeriput berwarna sawo matang berjalan mendorongi gerobaknya dan berhenti didepanperusahaan kosmetik. Ibu Yuni selalu memukul lembut mangkuk dengan menggunakan sendokuntuk menarik perhatian pembeli dengan menyebutkan “Ketoprak,.., ibu,,, pak.,, dibeliketopraknya…”
Ada sekali-sekali pembeli datang minta untuk di bungkus dan ada yang ingin makanditempat. Hingga waktu solat dzuhur datang terdengar suara azan berkomandang. Ibu Yuni segeramenutup gerobaknya dan meninggalkannya sebentar untuk pergi solat ke masjid yang beradadidepan perusahaan itu.
Setelah selesai solat, ada seorang wanita yang tengah terburu-buru melipat telekung dansejadahnya, berjalan cepat menuju pintu keluar masjid dengan terburu-buru. Hingga, wanita itumelupakan dompetnya yang berwarna putih diatas sejadah masjid. Ibu Yuni langsung mengambildompet itu dan berlari menuju pintu masjid. Karena sudah berumur lanjut dan tidak kuasa berlarilagi untuk mengejar wanita itu mengembalikan dompetnya yang ketinggalan.
Ibu Yuni langsung melihat KTP didalam dompet itu dan terlihatlah nama wanita itu.Kebetulan, wanita itu bekerja di perusahaan kosmetik tempat ibu Yuni menjual ketomprakdepannya. Ia merasa senang karena dapat mengembalikan dompet itu langsung. Bergegas inpergi menuju perusahaan itu dan menyusuli Receptionisnya.
“Assalamualaikum nak, ada yang bernama Ibu Cahyani Kurniawati disini?” sapa ibu Yuni
“Walaikumussalam Ibu, ia beliau adalah pemilik perusahaan ini, apakah ada yang bisa sayabantu?” wanita muda itu menjawab ramah salamnya
“Saya titip dompet ini, tadi saya melihat Ibu Cahya tidak sengaja meninggalkan dompetnyasetelah solat.”
“Oh ya, terima kasih bu, nanti saya akan langsung memberikannya”
Ibu Yuni pergi meninggalkan Receptionis dengan senyumannya dan langsug Kembaliberjualan.
Sedangkan Ibu Cahya yang tengah ingin melaksanakan Meeting bersama klaennya, Ketikaia hendak mengambil sesuatu ke dalam tasnya. Ia terkejud karena tidak ada lagi dompetnya didalam ta situ. Tetapi, ia mencoba menenangkan diri. Setelah selesai meeting, Ibu Cahya kembalike ruangannya. Kebetulan ia bertemu dengan pekerja di bagian Receptionis tersesebut.
“Assalamualaikum bos…”
“Waikumussalam”
“Ibu, saya ingin mengembalikan dompet putih ini, tadi ada seorang wanita tua yangmengembalikannya. Wanita itu yang biasanya jualan ketoprak di depan perusahaan kita ibu^ prime prime sambil mengulurkan tangannya memberikan dompet putih itu.
“Alhamdulillah, terima kasih ya… “
Petugas itu langsung meinggalakan Ibu Cahya, ia sangan senang karena dompernya telahkembali. Ketika ia melihat ke luar kaca Gedung itu, terlihat jelas seoarang wanita tua yang tengahmelayani pembelinya.
“sungguh calon wanita syurga,.,” gumam Ibu Cahya.
Di bawah sinar matahari yang sangat menyilaukan, tiba-tiba datang dua orang anak keJan wajah lesu mereka Membawa tas kecil dan alat music bustan dan tutup minuman Anaka mencoba mencari tempat teduh, mereka berteduh di bawah tenda ketoprak ibu Yuni
Ibu Yuni yang sangat familiar melihat mereka yang selalu berada di tempat lampu merahambil mengamen mencari uang. la melihat mereka seakan-akan mereka belum dapat penghasilanqapa.
Wajah mereka terlihat lesu dan lelah, sepertinya mereka belum makan dari pagi tadi. Ibu Yuni langsung mengambil setengah dari penghasilannya dan memberikannya kepadakedua anak itu.
“nak, ambillah uang ini, gunakan sebaik-baiknya ya, pergilah makan siang dulu” ia mengambil salah satu tangan anak itu dan meletakkan uangnya ke atas telapak tangan mereka
wah ibu., tidak usah ibu, kita akan mencari penghasilan sendiri, pasti ibu butuh ini” jawabanak itu tergesa-gesa dengan air mata yang berlinang di mata mereka.
“tidak apa-apa ibu masih dapat mencarinya lagi, diambil ya…” sambil tersenyum kepadamereka.
Mereka langsung berterima kasih dan menyalami Ibu Yuni. Setelah Ashar, wanita itulangsung bergegas pulang. Sesampai di rumah, ia disambut oleh anak laki-lakinya dan langsungmembersihkan diri untuk persiapan solat magrib.
Setelah solat magrib, tiba-tiba datang mobil yang berhenti tepat didepan rumah mereka.Anak ibu Yuni yang bernama Raihan langsung bergegas membuka pintu setelah mendengarketukan yang mengetuk pintu rumah mereka.
“Assalamualaikum” terdengar jelas saura seorang wanita dari balik pintu itu.
“Waalaikumussalam” Raihan langsung membukanya.
Ternyata ia adalah Ibu Cahya, karena Ibu Yuni tidak sempat melihat wajah wanita itu. IbuYuni tidak mengenalinya. Setelah wanita itu memperkenalkan diri. Ibu Yuni teringat nama yangtertulis di KTP itu. ternyata ialah orang yang dicarinya tadi dzuhur.
“Ibu termakasih telah menolong saya, jika saya tidak mendapatkan dompet ini. Mungkinsya sudah kesusahan. Tapi berkat ibu dan pertolongan Allah. Kita dapat bertemu sekarang. Dansaya datang kesini ingin memberikan kunci ini ibu”
Ibu Yuni tidak mengerti maksud kunci itu…
“ini kunci apa nak?”
“ini kunci ruko lama saya, tempatnya di sebelah perusahaan saya. Saya berniat inginmemberikannya kepada ibu karena ruko itu sudah lama tidak digunakan. Dari pada saya jual lebihbaik saya sedekahkan.”
Mendengar perkataan itu ibu Yuni langsung berlinang air mata. Ia langsung bersyukur dansujud syukur kepada Allah.
3 tahun berlalu, terlihat banyak sekali pembeli yang datang menuju ruko serba-serbi disebelah perusahaan kosmetik. Ibu Yuni yang dulunya berjualan menggunakan gerobak. Kini telahdapat berjualan tanpa mendorong gerobak lagi dan hidup tenang hingga dapat membiayaiperkuliahan anaknya yang kini telah menjadi dokter di sebuah rumah sakit.
Begitulah hikmah bersedekah bagi orang-orang yang berjalan dijalannya. Semoga kitatermasuk orang mukmin yang dicintai Allah atas perbuatan amal kebaikan kita. amiin


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *