Ayahku seorang guru, beliau kerap berangkat pagi dan pulang malam, semasa kecilku, aku sangat membencinya, beliau selalu menyeretku keluar rumah apabila aku membantah perkataan ibu dan ayahku, akupun tidak pernah diperbolehkan menggunakan tas yang bergambar dengan alasan “nanti ngak awet dek” tapi, itu hanya perkataan belaka saja, ketika adikku menginjak sekolah dasar ayah membelikan tas yang bergambar kartun atau biasa dibilang barbie sesuai dengan keinginan hatinya, entah apa yang ada dibenakku tiba-tiba kata-kata itupun terlontar”ih..curang”, tidak hanya itu ayahpun sering kali memberikan segala sesuatu yang iainginkan dan memberikan pembelaan disetiap kesalahannya, aku merasa ayah memperlakukanku secara tidak adil. Setiap malam pukul 21.00 ayah juga selalu memerintahkan ku untuk keluar rumah dan membeli rujak yang jaraknya lumayan jauh apabila ditempuh dengan berjalan kaki, entah apa yang ada dijalan pikirinnya saat itu, ayah pun juga menolakku untuk masuk ke sekolah tempatnya mengajar dan dengan teganya melemparkanku ke pesantren, akupun mulai tidak mengerti dengan jalan pikiran ayahku waktu itu tetapi ketika aku mulai dewasa aku mengerti kenapa beliau memperlakukanku seperti itu dimasa lalu..ayah tega menyertku keluar dari rumah karena beliau ingin aku mempunya akhlak adab dan sopan santun yang baik agar kelak aku tidak bersikap seperti itu terhadap orang lain, ayah juga membelikan segala sesuatu yang diinginkan adikku karena beliau takut ketika sudah pensiun beliau tidak bisa membelikan apapun yang adikku inginkan tidak seperti diriku yang sekarang hidup seperti air mengalir, ayah juga memberikan kasih sayang lebih terhadap adikku karena beliau tidak tau kapan ajal
akan menjemput, selama ini ayah juga selalu menyuruhku membeli rujak dimalam hari karena ayahku ingin mengajarkan kepadaku cara beramal yang tidak pernah disadari setiap orang melalui perantara membeli kita juga bisa beramal, dan aku pun sekarang mengerti apa alasan ayah tidak mau memasukkanku ke sekolah tempatnya mengajar, karena ayah tidak ingin anaknya melihat kekurangan yang iamiliki. Ya Allah ternyata di balik skenariomu tersimpan banyak rahasia yang tidak kita ketahui, Allah selalu menitipkan pelangi seusai badai dan hikmah disetiap kejadian. semoga Allah memberikan umur yang panjang dan memberikan keselamatan di setiap kegiatanmu wahai ayahhandaku tercinta.

Dan kini, baru kusadari tentang semua hal yang diajarkan ayah padaku. Sedekah sembunyi-sembunyi yang hingga kini menjadi kebiasaanku, ternyata berdampak besar bagi ekonomi keluargaku. Meskipun aku seorang mahasiswi ekonomi, namun matematikaku tak bisa menghitung dengan akurat atas nominal rezeki yang Allah kembalikan kepadaku.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *